Skip to content

MENGENAL TEKNOL…

March 18, 2012

MENGENAL TEKNOLOGI,PROTOKOL JARINGAN SERTA REFERENSI MODEL DOD DAN OSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH

KELOMPOK 3

  • JUMIATI
  • MAEMUNAH. M
  • NURFITRIANA
  • A.AHMAD RUMPANG
  • DAPID CASIDI
  • A.NURHIDAYAH
  • SUR’AN SARKASI
  • A.MUH.NANA IQRANA
  • AMIRULLAH
  • SAHABUDDIN
  • IDHAM KHALIQ

 

 

 

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2012

BAB III

MENGENAL TEKNOLOGI,PROTOKOL JARINGAN SERTA REFERENSI MODEL DOD DAN OSI

 

      TEKNOLOGI JARINGAN

² Apple LocalTalk

Apple localtalk adalah sebuah teknologi jaringan yang dikembangkan oleh Apple computer, INC. Untuk mesin – mesin computer machintos. Metode yang di gunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Acces with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD, Adapter LocalTalk dan Cable Twisted Pair khusus di gunakan untuk menghubungkan beberapa computer melalui port serial.

System operasi Machintos memungkinkan koneksi jaringan secara peer to peer tanpa menggunakan tambahan aplikasi khusus. Protol LocalTalk dapat digunakan untuk model topologi bus, topologi star, atau pun model topologi tree dengan menggunakan kabel Twisted Pair. Kekurangan paling mencolok terletak pada kecepatan transmisinya yang hanya 230 kbps.

 

² Token Ring

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Token dikembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode token ring ( sering disebut saja) adalah cara kerja token yang berputar sehingga berbentuk lingkaran. Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai Loop. Data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya , apakah data itu untuknya atau bukan.

Metode aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti cincin. Setiap Loop terhubung dengan Loop yang lain  melalui Multistasion Access Unit( MAU). Yang menjadi konsentrator seperti halnya switch atau hub. Sebuah sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran ( cincin ) di MAU dan bergerak dari Loop pertama ke Loop berikutnya. Jika pada persinggahan di salah satu Loop ( Komputer ) ternyata ada data yang ingin yang di transmisikan, token akan mengangkutnya ke tempat dimana data itu ingin di tujukan. Token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan di antara masing – masing computer.

Meski pada prinsip kerjanya teknologi token bergerak melingkar satu arah, namun pada topologinya token menyerupai model jaringan bintang dengan menggunakan kabel khusus, instalasi token dan alat yang bertindak sebagai konsentrator token, dapat melakukan kecepatan transmisi 4 Mbps hingga 16 Mbps. Sejalan dengan perkembangan Ethernet, penggunaan token ring makin berkurang.

Untuk menghindari collision, token ring tidak menggunakan collision detect melainkan token passing  schme. Token passing Schme dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :  Sebuah token yang bebas mengalir pada setiap node melalui network. Saat sebuah node ingin mengirimkan paket, node itu meraih dan melekatkan frame atau paketnya ke token. Sekarang token tidak dapat lagi oleh node yang lain sampai data itu sampai tujuannya. Jika telah sampai token dilepaskan lagi oleh originating station. Token mengalir di network dalam satu arah dan setiap station di poll satu per satu. Bentuk lain dari LAN yang kurang dikenal adalah token BUS ( IEEE 802,4 ).

Terdapat 7 jenis kabel yang di gunakan untuk token ring.

  1. Type 1 – AWG ( American Wire Geuge ) 22, triple shielded, sesuai untuk kegunaan luar dan dalam bangunan.
  2. Type 2 – sama seperti type 1 , menggunakan 4 pasang kabel telepon ( 26 AWG ).
  3. Type 3 – kabel telepon tanpa serat tidak mendukung 16 MB/s dan amat sensitive dengan gangguan dari luar.
  4. Type 4 – kabel fiber optic 100/140mm.
  5. Type 5 – Double Shielded 26 AWG, digunakan untuk menyambung kabel konsentrator atau workstation juga outlets.
  6. Type 7 – Double Shielded 26 AWG, selalu di pasang untuk di gunakan di bawah karpet.
  7. Type 9 – Double Shielded 26 AWG dari bahan yang tahan panas dan api.

 

² EtherNet

Teknologi ether net di kembangkan oleh Dr.Robert M.Melkalfe di pusat penelitian zerox palo alto tahun 1970. Kemampuan ether net waktu itu hanya 3 Mbps dan dikenali sebagai experimental ether net. Kini ether net mendukung kecepatan 10 Mbps ( dikenal IEEE  802.3). sesuai dengan perkembangan,teknologi ether net yang saat ini banyak digunakan mencapai kecepatan 100 Mbps/Fast Ethernet (IEEE 802.3u), 1000 Mbps/Gigabit Ethernet (802.3z / 802.3ab) dan 10 Gigabit Ethernet (802.3ae).

Pada tahun 1980, cirri formal Ethernet telah dikeluarkan oleh satu konsorsium dari DEC-Intel-Xerox (DIX), yang dikenal dengan Ethernet Version 1. Teknologi Ethernet kemudian diambil alih oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE 802) pada 1982 teknologi ini dikenali sebagai Ethernet Version II.

Pada tahun 1985, standar Ethernet ini dikenal dengan kode 802.3, menggunakan metode (CSMA / CD) Carrier Sense Multiple Access with Collission Detection (CSMA / CD). Standard ini kemudian diambil oleh International Organization for  Standardization (ISO).

Metode CSMA / CD merupakan suatu metode pengiriman, dimana sebelum paket data dikirimkan, setiap node melihat apakah network sedang mengirimkan paket data yang lain. Jika pada netwok sedang terjadi pengiriman paket data, maka node tersebut menunggu sampai tidak ada lagi pengiriman paket data node-node yang lain. Jika tidak ada pengiriman paket data yang lain maka node tersebut akan mengirimkan paket data.

Jika pada saat bersamaan dua node mengirimkan paket data, maka terjadi collision / tabrakan. Hal ini diketahui dengan cara mengukur tegangan kabel. Jika tegangannya melebihi tegangan tertentu maka akan jadi collision. Jika terjadi collision maka masing-masing Ethernet card berhenti mengirimkan data kembali dengan selang waktu yang acak. Karena waktu tersebut secara acak, maka kemungkinan collision telah lanjut semakin kecil.

 

² ARCnet

Arsitektur ini menggunakan prinsip token passing scheme dan broadcast. Kecepatan 2.5 Mbps dan 20 Mbps. Arsitektur ini menggunakan topologi fisik star, tapi tidak dapat bekerja dalam satu bus sehingga jarang digunakan pada internetworking UNIX-DOS.

 

² FDDI

 

 

 

 

 

 

 

 

Fiber Distributed Data Interface adalah sebuah teknologi jaringan yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan dan mendukung transmisi data antar jaringan untuk jarak yang jauh. Metode akses yang digunakan FDDI seperti model tokon namun memiliki dua arah. FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi biasanya menggunakan satu buah ring, namun ji8ka ada masalah maka system akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua.

Keuntungan dari FDDI adalah kecepatan transfer data dengan menggunakan fiber optic kabel, yang bisa mencapai kecepatan 100Mbps meskipun jarak antar node atau jaringan cukup jauh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengantar Fiber Distributed Data Interface (FDDI)

  • Fiber Distributed Data Interface (FDDI) menspesifikasikan teknologi jaringan berkecepatan 100-Mbps dengan menerapkan metode token-passing
  • FDDI berbeda dengan teknologi Token Ring yang lama, dengan menerapkan dual-ring yang menggunaan kabel serat kaca.
  • FDDI kebanyakan digunakan sebagai teknologi backbone kecepatan tinggi oleh karena dukungannya untuk penyediaan bandwidth yang lebih besar daripada kabel tembaga biasa.
  • FDDI menggunakan arsitektur dual-ring dengan lalu lintas pada tiap ringnya saling berlawanan arah (disebut counter-rotating). Arsitektur dual-ring terdiri dari primary dan secondary ring. Dengan arsitektur demikian, ketika ring primer ada kegagalan maka jaringan FDDI masih dapat berfungsi dengan secara otomatis menggunakan ring secondary. Ring primer adalah ring default yang akan digunakan untuk pengiriman data dan ring secondary akan selalu idle, kecuali dibutuhkan. Berikut ini adalah bentuk dasar arstektur ring FDDI :

 

Tipe Kabel Serat

FDDI mendefinisikan dua tipe kabel serat yang dapat digunak:

  • Single-mode – Kabel serat single-mode memungkinkan hanya satu mode cahaya untuk penghantaran melalui serat. (Sebuah mode adalah sebuah cahaya yang masuk dalam fiber pada sudut pantulan tertentu.)
  • Multimode – Serat Multimode memungkinkan beberapa mode cahaya yang dirambatkan melalui kabel serat.

Gambar di bawah ini menunjukkan single-mode fiber menggunakan sebuah sumber cahaya laser dan multimode fiber menggunakan sumber cahya LED.

 

Spesifikasi FDDI

FDDI didefinisikan dalam 4 spesifikasi :

  • Media Access Control (MAC) – Spesifikasi MAC mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.
  • Physical Layer Protocol (PHY) – Spefisikasi PHY mendefinisikan prosedur enkoding/dekoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsi lainnya.
  • Physical Medium Dependent (PMD) — PMD mendefinisikan karakteristik media tarnsmisi, termasuk sambungan serat kaca, level listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.

 

² CDDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CDDI (Copper Distributed Data Interface) merupakan standar dari FDDI yang diimplementasikan pada kabel. Arsitektur ini mencapai kecepatan 1000Mbps. Panjang segmen kabel lebih kecil, yakni 100m. (untuk jenis kabel STP) dan 50m (untuk jenis kabel UTP).

Copper Distributed Data Interface (CDDI) adalah implementasi protokol FDDI yang lebih murah, yang disediakn untuk instalasi kabel twisted-pair copper. Seperti FDDI, CDDI menyediakan rata-rata transfer data 100 Mbps dan menggunakan arsitektur dual ring untuk menyediakan sifat redudansinya. CDDI mendukung jarak sampai dengan 100 meters dari desktop ke concentrator.

 

Standards

CDDI didefinisikan oleh komite ANSI X3T9.5. Standarisasi CDDI dijuluki dengan nama resmi standard Twisted-Pair Physical Medium Dependent (TP-PMD). Nama ini juga ditunjuk sebagai TP-DDI (Twisted Pair Distributed Data Interface).

CDDI sendiri konsisten dengan lapisan physical dan media access control yang didefinisikan oleh standard ANSI. Gambar di bawah ini menunjukkan spesifikasi CDDI TP-PMD dalam hubungannya dengan spesifikasi FDDI

 

² ATM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ATM adalah sebuah metode switching, connection-oriented local dan teknologi jaringan pada suatu wilayah yang menyediakan sebuah komunikasi kecepatan tinggi untuk pengguna yang sebenarnya tak terbatas. ATM didefenisikan dengan sebuah standar antar muka dari kumpulan switch yang ditetapkan oleh International and Telephone Consultive Committee (ITCC) sekarang disebut ITU (Iternational Telecomunication Union).

Standar ini memberikan keuntungan dengan:

  1. Interface dan selukbeluk pengoperasiannya lebih spesifik daripada arsitektur internalnya sendiri. Pendekatan ini mempertahankan kemampuan beroperasi antar peralatan dengan vendor-vendor yang berlainan, dan memberikan fleksibilitas untuk mempertinggi waktu kerja produk.
  2. Standar yang sama dapat digunakan LAN hingga WAN. ATM memberikan integrasi tanpa layer kecepatan tinggi dari LAN hingga WAN. ATM mengizinkan pengelolah jaringan untuk mendesain jaringan dengan efesiensi yang tinggi, fleksibel, kemampuan memetakan dan lain-lain.

Jaringan ATM mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Paket ATM dan pengiriman informasi dalam 53 bait, format sel yang tertentu, tak tergantung dari kecepatan link (mata rantai hubungan) atau tipe media yang harus dilewati atau aplikasi yang dibawa.
  2. ATM bisa dioperasikan pada kecepatan yang berbeda (contoh : 155 Mbps atau 45 Mbps) dapat bekerja dengan tipe media yang berbeda. Antar muka ini dapat seenaknya dicampur dalam suatu jaringan.

Dengan adanya karakteristik ini, berarti ATM cocok untuk lingkungan dengan wilayah yang besar (seperti interkoneksi perlengkapan desktop, backbone untuk LAN kampus dan WAN) juga dapat digunakan untuk membawa bermacam-macam aplikasi yang besar (seperti suara atau audio juga gambar video). ATM memberikan solusi terbaik untuk jaringan yang membutuhkan kecepatan tinggi, latency yang rendah, pendukung aplikasi yang fleksibel. ATM banyak dipakai oleh Internet Service Provider (ISP) untuk meningkatkan kecepatan akses internet untuk clien mereka.

 

      PROTOKOL – PROTOKOL JARINGAN

Protokol merupakan himpunan aturan – aturan yang memmungkinkan computer satu dapat berhubungan dengan computer lainnya. Aturan –aturan meliputi tata cara bagaimana agar computer bisa saling berkomunikasi. Biasanya berupa bentuk (model) komunikasi, waktu ( saat berkomunikasi), barisan (traffic saaat berkomunikasi), pememriksaan error saat transmisi data.

Bila dicontohkan dengan komunikasi verbal pada manusia, maka protocol adalah aturan – aturan yang disepakati bersam antar orang yang saling berbicara agar bisa saling memamhami. Kesepakatan itu bisa berupa bahasa yang digunakan ( agar pemahaman bisa sama), ruang dan waktu atau tempat yang digunakan untuk berkimunikasi. Kalau berjauhan maka media apa yang bisa membantu untuk memperlancar komunikasi. Yang kita bisa saling mengerti maksud yang disampaikan, dan memahamai tujuan yang diiiginkan.

Protocol jaringan adalah berbagai protocol yang terdapat dari lapisan teratas sampai terbawah yang ada dalam sederhana protocol.

 

² TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

 

 

 

 

 

 

TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.

TCP/IP merupakan protocol standar pada jaringan internet yang tidak tergantung pada jenis computer yang digunakan. Dengan menggunakan TCP/IP akan memungkinkan berbagai computer berinteraksi satu dengan yang lain tanpa mengalami masalah yang berarti.. TCP/IP adalah perlengkapan standar pada system operasi unix dan turunannya. Saat ini mesin novel, SUN maupun Manchintosh sudah di lengkapi protocol standar TCP/IP ini.

Fungsi TCP/IP yaitu :

  • TCP bertugas memecah pesan-pesan menjadi beberapa segment, menyatukan kembali (reassemble) pada stasiun tujuan, mengirimkan kembali apapun yang tidak diterima, dan menyatukan kembali pesan-pesan tersebut dari beberapa segment.
  • TCP menyediakan sirkuit virtual antara aplikasi end-user.

 

Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

 

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-orientedatau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

 

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

 

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).

 

² IPX/SPX (Internet Packet Exchange / Sequenced Packet Exchange)

 

IPX/SPX adalah protocol standar pada jaringan novell Netwarte, untuk mengatasi masalah internetworking pada jaringan PC. Kenyataanya, sering kali IPX dijalankan berkaitan dengan TCP/IP karena lebih menguntungkan.

Novell Netware merupakan system operasi jaringan computer yang dirancang untuk mengaitkan PC ke dalam jaringan antar PC, yang dapat membuat resource hardisk dari server dapat digunakan bersama. Hubungan antara client menjadi transparan (antara yang satu dengan yang lainnya). Pada tahun 1980 an hingga permulaan tahun 1990-an, system operasi ini menguasai hampir seluruh pasaran jaringan computer.

Paket Internetworking Packet Exchange (IPX) akan memasukkan alamat jaringan dan dapat melakukan pengaturan (route) dari satu jaringan ke jaringan lain. Sebuah paket IPX terkadang dapat terlewatkan ketika terjadi crossing network, sehingga IPX tidak menjamin pengiriman pesan akan terselesaikan. Salah satu dari aplikasi yang tersedia adalah control yang berarti protocol SPX Netware harus digunakan. Protokol IPX ini berjalan pada layer 3 dan 4 dari model OSI (network dan transport layer).

IPX address terdiri dari 32 bit network ID dan 48 bit node ID. IPX address dapat ditulis dalam berbagai format, namun yang lazim dipakai adalah HEX format, di mana 8 hex digit pertama adalah untuk network ID dan 12 HEX  digit berikutnya adalah node ID.

Novell network menggunakan istilah node untuk host yang juga sekaligus adalah alamat hardware atau MAC address seperti :

0000B10F.0000.77F1.22E8

0000B10F atau B10F adalah network ID dan

0000.77F1.22E8 dalah node ID

IPX address tidak mempunyai kelas IP dan tidak mempunyai subnet. IPX berfungsi pada lapisan network dari model OSI, dan termasuk jenis Connettion less Oriented Protocol. Untuk Conettionless Oriented Protocol ini network menyediakan sequence packet exchange (SPX) yang dapat menjamin hubungan yang berfungsi pada lapisan transport. Protocol IPX/ SPX ini banyak digunakan untuk game jaringan local, karena kehandalan dan kecepatan waktu (real time) yang dihasilkan.

Model lapisan pada network Netware

Model Netware

Model OSI

Protokol Netware

Netware Core Protocol (NCP)

Aplication

Presentation

Session

SAP,RIP Over IPX,NCP,NLSP

Transport

Transport

SPX

Network

Network

IPX

data Link

data Link

ODI/NDIS

Physical

Physical

Ethernet, Token Ring

 

Protocol Novell Netware :

  • Service Advertising Protocol (SAP) berfungsi untuk mengklainkan dan memohon pelayanan dari Netware Server. Netware client menggunakan SAP untuk mencari pelayanan yang dibutuhkan.
  • Routing Information Protocol (RIP) Over IPX dalah jenis distance Vector Routing Protocol yang digunakan untuk netware IPX.
  • Netware Link Services Protocol (NLSP) merupakan jenis protocol linkstate yang dikeluarkan oleh perusahaan Novell. Prtokol ini juga hanya mengirimkan update jika ada perubahan.
  • Netware Core Protocol (NCP) adalah protocol yang memberikan client akses ke server resource, seperti printer dan file akses.

 

 

 

 

 

 

² Apple Talk

 

 

 

 

 

 

 

 

AppleTalk adalah sebuah protokol jaringan yang dikembangkan khusus untuk jaringan yang terdiri atas komputer-komputer Apple Macintosh, yang mengizinkan para penggunanya untuk saling berbagi berkas dan printer agar dapat diakses oleh pengguna lainnya. AppleTalk merupakan teknologi yang sudah dianggap usang yang kini telah digantikan oleh Apple Open Transport, yang juga mendukung AppleTalk itu sendiri, protokol TCP/IP dan beberapa protokol jaringan lainnya.

AppleTalk adalah sebuah teknologi jaringan yang hanya mendukung hingga 254 node untuk tiap jaringan fisiknya. AppleTalk dapat berjalan di atas protokol LocalTalk, sebuah antarmuka serial RS-499/RS-422 yang terdapat di dalam komputer Apple Macintosh. Pada versi AppleTalk Phase II yang lebih baru, protokol yang didukung pun semakin luas, yakni EtherTalk (untuk konektivitas dengan Ethernet), TokenTalk (untuk konektivitas dengan Token Ring), dan FDDITalk (untuk konektivitas dengan FDDI). Alamat mesin di dalam jaringan berbasis AppleTalk secara acak akan diberikan ketika mesin tersebut dikoneksikan ke jaringan tersebut, dan mesin tersebut akan membuat sebuah paket yang dikirimkan secara broadcast untuk menjamin bahwa tidak ada mesin lainnya yang menggunakan alamat tersebut. Pengalamatan dinamis ini disebut dengan AppleTalk Address Resolution Protocol (AARP).

Internetwork AppleTalk secara logis dibagi ke dalam beberapa zona di mana fungsi utamanya adalah untuk membuat sumber daya jaringan lebih mudah untuk diakses oleh pengguna. Sebuah zona AppleTalk adalah sebuah representasi logis dari beberapa node jaringan AppleTalk yang dapat terdiri atas beberapa jaringan fisik. Pemetaan antara zona dan alamat jaringan akan dilakukan olehprotokol Zone Information Protocol (ZIP), yang kemudian membuat Zone Information Table (ZIT) yang nantinya disimpan di dalam router AppleTalk.

Protocol AppleTalk diciptakan oleh perusahaan Apple Computer, diterapkan pada jaringan dengan computer mesin Apple, yang diperkenalkan pada tahun 1985. Protocol ini mendukung teknologi milik Apple. Metode akses LocalTalk dan metode akses LocalTalk telah digabungkan ke dalam semua mesin Macintosh dan LaserWriter. Bersama produk lainnya dari Apple dan mesin tipe lain, AppleTalk dapat dijalankan di PC, VAX dan workstation UNIX. Sejak AppleTalk diperkenalkan (setelah model OSI), protocol Appletalk merupakan routable protocol yang terkandung dalam sebuah network layer (OSI layer 3).

Protocol appletalk dan lapisan Model OSI

Lapisan Model OSI

Protocol Apple Talk

Application/Presentation

AFP

Session

ZZIP

Transport

RTMP,ATP,NBP

Network

DDP

Data Link/Physical

EtherTalk, TokenTalk, FDDI Talk

 

Protocol AppleTalk:

  • AppleTalk Filing Protocol (AFP) adalah protocol untuk mengatur penerimaan dan pengiriman file dari computer Apple.
  • Zone Information Protocol (ZIP) adalah protocol untuk mengatur suatu daerah (zone) yang dibuat jaringan AppleTalk. ZIP memetakan nomor network ke suatu zone.
  • Routing Table Maintenance Protocol (RTMP) merupakan protocol routing bagi AppleTalk  yang berjenis distance vector.
  • Name Binding Protocol (NBP) berfungsi untuk mengadakan transmisi suatu nama dari alamat AppleTalk (seperti DNS di TCP/IP).
  • Datagram Delivery Protokol (DDP) berfungsi untuk memberikan alamat yang unik bagi setiap node di dalam jaringan AppleTalk.
  • EtherTalk,TokenTalk dan FDDITalk adalah protocol – protocol yang menungjang jaringan Rthernet, Token dan FDDI di jaringan Apple.

 

² NETBIOS

NetBIOS (singkatan dari istilah dalam bahasa InggrisNetwork Basic Input/Output System) adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan. Versi NetBIOS paling baru adalah NetBIOS versi 3. Implementasi versi awal dari NetBIOS hanya mengizinkan jumlah node yang terhubung hingga 72 node saja. Versi-versi selanjutnya memperluas jumlah node yang didukung hingga ratusan node dalam sebuah jaringan. NetBIOS yang berjalan di atas protokol TCP/IP (NetBIOS over TCP/IP) didefinisikan dalam RFC 1001RFC 1002, dan RFC 1088.

Netbios digunakan dalam Microsoft WorkGroup dengan metode peer to peer. Protkol NETBIOS memberikan layanan pada session layer dan transport layer. NetBIOS tidak menyediakan format frame untuk kelebihan transmisi jaringan dikarenakan adanya berbagai macam perbedaan implementasi NetBIOS yang terjadi.

NetBIOS menyediakan layanan input/output untuk mendukung aplikasi klien/server dalam sebuah jaringan. Dari pandangan arsitektural, NetBIOS mendefinisikan dua hal berikut ini:

NetBIOS memiliki overhead yang lebih besar dibandingkan mekanisme IPC lainnya, karena NetBIOS dapat berubah bentuk tergantung dari protokol jaringan di mana ia berjalan. Tabel berikut ini menyebutkan beberapa protokol yang umum dan bentuk protokol saat dikombinasikan dengan NetBIOS.

NetBIOS merupakan bagian dari platform jaringan berbasis Windows NT. Setiap mesin Windows NT membutuhkan sebuah nama NetBIOS yang unik agar dapat berkomunikasi dengan mesin lainnya yang terhubung ke jaringan. NetBIOS telah mulai ditinggalkan dalam Windows 2000 dan seterusnya karena sistem-sistem operasi tersebut menggunakan standar industri DNS, yang digunakan untuk menamai host dan melakukan resolusi nama. Windows NT memang mendukung DNS, tapi bukan merupakan sebuah kewajiban. Meskipun demikian, dukungan terhadap NetBIOS masih diteruskan agar dapat mendukung host-host yang masih menggunakan sistem operasi lama, semacam Windows 95/98/Me.

Meski dukungan terhadap NetBIOS diteruskan dalam sistem operasi Windows NT 5.x, ada beberapa hal yang dapat menjadikan sistem-sistem lama tidak dapat menggunakan NetBIOS sebagai protokol untuk menghubungi sistem-sistem tersebut, yakni:

  • Windows NT 5.x mendukung penggunaan nama host hingga 64 karakter, sementara NetBIOS hanya mendukung penggunaan nama NetBIOS hingga 15 karakter saja. Sistem operasi lama akan memotong 64 karakter nama host tersebut ke dalam 15 karakter, yang kemungkinan akan menyebabkan tabrakan/kolisi.
  • Penamaan DNS dapat menggunakan karakter dash (-) sebagai nama host/domain, tapi tidak boleh menggunakan karakter underscore (_) untuk merepresentasikan spasi sementara Nama NetBIOS menggunakan karakter underscore untuk merepresentasikan spasi. DNS dalam Windows NT 5.x mendukung penggunaan karakter Unicode, sehingga sistem-sistem lama yang belum mendukungnya agak susah untuk mengakses host Windows NT 5.x.

NetBIOS menawarkan tiga buah layanan NetBIOS, yakni sebagai berikut:

  • NetBIOS Name service: merupakan layanan yang digunakan untuk melakukan registrasi dan resolusi nama NetBIOS.
  • NetBIOS Session service: merupakan layanan yang digunakan untuk membuat sesi koneksi yang berbasis connection-oriented.
  • NetBIOS Datagram distribution service: merupakan layanan yang digunakan untuk menyampaikan datagram secara connectionless.

 

  • NetBIOS Name Service

Agar dapat memulai sesi koneksi NetBIOS atau menyampaikan datagram NetBIOS, sebuah aplikasi harus melakukan registrasi nama NetBIOS miliknya dengan menggunakan layanan NetBIOS Name Service. Panjang sebuah nama NetBIOS hanyalah 16 byte. Umumnya, byte ke-16 digunakan untuk mendeskripsikan “jenis”, dengan teknik yang serupa dengan nomor port dalam TCP/IP. Dalam NetBIOS over TCP/IP, layanan NetBIOS Name Service beroperasi dalam port UDP 137. Port TCP 137 juga dapat digunakan, tapi jarang. Perintah-perintah yang dimiliki oleh layanan ini antara lain:

  • Add Name: malakukan registrasi terhadap sebuah nama NetBIOS.
  • Add Group Name: melakukan registrasi terhadap sebuah nama group NetBIOS.
  • Delete Name: melakukan penggagalan registrasi nama terhadap sebuah nama NetBIOS atau nama group NetBIOS yang telah teregistrasi terlebih dahulu.
  • Find Name: mencari sebuah nama NetBIOS di dalam jaringan.

 

  • NetBIOS Session Service

Layanan ini dapat digunakan oleh dua buah node untuk membuat sebuah koneksi dan dapat melakukan “percakapan”, sehingga mengizinkan pesan-pesan yang besar untuk ditangani dan menyediakan fungsi pendeteksian kesalahan dan pemulihannya. Dalam protokol NetBIOS over TCP/IP, layanan ini berjalan di dalam port TCP 139. Perintah-perintah yang terdapat di dalam layanan ini antara lain:

  • Call: membuka sebuah sesi koneksi ke sebuah nama NetBIOS yang terdapat di dalam komputer di dalam jaringan.
  • Listen: mendengarkan jaringan untuk mencari apakah terdapat percobaan untuk membuka sebuah sesi koneksi terhadap sebuah nama NetBIOS.
  • Hang Up: menutup sebuah sesi koneksi.
  • Send: mengirimkan sebuah paket ke komputer yang diajak “bercakap-cakap” dalam sesi koneksi yang bersangkutan.
  • Send No Ack: mengirimkan sebuah paket ke komputer yang diajak bercakap-cakap, seperti halnya perintah Send dengan satu perbedaan yakni perintah ini tidak membutuhkan acknowledgment.
  • Receive: menunggu kedatangan sebuah paket yang dikirimkan oleh komputer yang mengirimkan paket dengan menggunakan perintah Send atau Send No Ack.

 

  • NetBIOS Datagram Distribution Service

Layanan NetBIOS Datagram Distribution Service merupakan sebuah mekanisme penyampaian data secara connectionless. Mengingat setiap pesan akan dikirimkan secara independen, maka pesan-pesan tersebut haruslah berukuran lebih kecil. Layanan ini juga tidak menawarkan layanan pendeteksian kesalahan dan pemulihannya, sehingga merupakan tanggung jawab aplikasi untuk melakukannya. Dalam NetBIOS over TCP/IP, layanan ini berjalan di atas port UDP 138. Layanan ini memiliki beberapa perintah, yakni sebagai berikut:

  • Send Datagram: mengirimkan sebuah datagram ke sebuah nama NetBIOS yang terdapat pada komputer jarak jauh.
  • Send Broadcast Datagram: mengirimkan datagram ke semua nama NetBIOS yang terdapat di dalam jaringan yang sama.
  • Receive Datagram: menunggu kedatangan sebuah paket yang dikirimkan dengan menggunakan perintah Send Datagram dari komputer lain.
  • Receive Broadcast Datagram: menunggu kedatangan sebuah paket yang dikirimkan dengan menggunakan perintah Send Broadcast Datagram dari komputer lain.

 

 

² DECNet (Digital’s Communication Network)

Mendukung Ethernet-style LAN dan baseband maupun broadband WAN terutama jalur private dan jalur public. DECNet menghubungkan PDP,VAX,PC,Mac dan workstation lainnya. Dalam filosofih DECNet, sebuah node harus dapat menjadi mesin pintar dan tidak sesederhana sebuah terminal seperti pada system lainnya.

DECNet/DOS memperkenangkan mesin DOS yang berfungsi sebagai akhir node di jaringan DECNet ,dan DECNet/OSI adalah implementasi (penerapan) dari DECNet pahse V yang mendukung OSI dan menyediakan Compatibility (kesesuaian) dengan DECNet Phase IV maupun TCP/IP.

 

² PPP (Point-to-Point Protocol)

PPP adalah data link protocol yang menyediakan akses dial-up melalui port serial. PPP dapat dijalankan pada beberapa link full-duplex dari POST ke ISDN hingga jalur berkecepatan tinggi. Point to Point secara umum adalah apa yang digunakan untuk membuat hubungan dengan ISP melalui sebuah modem.

 

² SNA (Systems Network Architecture)

SNA Layers diterapkan dilapisan fungsional mulai dengan lapisan aplikasi hingga lapisan paling bawah yang mengirim paket dari satu stasiun ke stasiun yang lain. Lapisan ini merupakan kumpulan dari beberapa protocol. Walupun SNA banyak mempengaruhi model OSI, namun ada beberapa perbedaan dalam implementasinya.

SNA adalah sebuah protokol yang dikembangkan pada tahun 1970 oleh perusahaan IBM bersamaan dengan munculnya model referensi OSI. Dengan menggunakan SNA, sebuah mainframe dapat menjalankan ACF/VTAM (Advanced Communications Facility / Virtual Telecommunication Method) pada sebuah jaringan SNA. ACF/VTAM adalah sebuah program yang mengatur komunikasi diantara terminal-terminal dan program-program aplikasi VTAM pada host. ACF/VTAM berjalan di bawah kendali sebuah sistem operasi virtual, dan bertugas mengelola komunikasi jaringan yang terpasang padanya. ACF/VTAM bertanggung jawab untuk membentuk seluruh session dan untuk melakukan pengaktifan dan peng-nonaktifan resources, namun resources harus didefinisikan terlebih dahulu, sehingga dengan demikian akan mengurangi kebutuhan broadcast traffic dan meminimalisasi header overhead.

IBM SNA Physical Entities Traditional SNA physical entities terdiri dari 4 bentuk yaitu:

  1. Host
  2. Communication controller
  3. Establishment controller
  4. Terminal

Host dalam SNA berfungsi melakukan kontrol atas seluruh atau sebagian jaringan dan secara khusus menyediakan komputasi, eksekusi program, akses data base, layanan directory, dan manajemen jaringan. (Contoh piranti Host dalam sebuah lingkungan SNA tradisional adalah Mainframe S/370). Communication Controller berfungsi melakukan kontrol jaringan fisik dan kontrol jalur komunikasi. Secara khusus, communication controller yang disebut juga Front-End-Processor (FEP) bergantung pada rute data melalui sebuah jaringan SNA Tradisional. (contoh piranti Communication Controller adalah 3745) Establishment Controller umumnya disebut Cluster Controler. Piranti ini berfungsi melakukan kontrol operasi input dan output tiap piranti yang terpasang, seperti terminal (contoh piranti Cluster Controller adalah 3174). Terminal (disebut juga workstation) berfungsi menyediakan interface bagi user ke jaringan (contoh piranti Terminal adalah 3270).

 

² SNMP (Simple Network Management Protocol)

SNMP adalah sebuah protocol yang digunakan untuk memantau dan mengontrol jaringan dari tempat lain (jauh). Data dilewatkan dari SNMP agent yang berupa hardware atau software yang melaporkan suatu aktivitas/proses pada beberapa perangkat jaringan seperti hub, router, bridge. Monitoring ini dilakukan melalui console dari workstation.

Protokol manajemen jaringan sederhana (Simple Network Management Protocol ;SNMP) merupakan protokol standard industri yang digunakan untuk memonitor dan mengelola berbagai perangkat di jaringan Internet meliputi hubrouterswitchworkstation dan sistem manajemen jaringan secara jarak jauh (remote). Baru-baru ini (pertengahan Februari 2002) Oulu University Secure Programming Group, sebuah group riset keamanan jaringan di Finlandia, telah menemukan adanya kelemahan pada SNMP v1.

Kelemahan tersebut memungkinkan seorang cracker memasang back door pada peralatan yang menggunakan SNMP v1 sehingga bisa menyusup ke jaringan dan melakukan apa saja terhadap jaringan. Kelemahan ditemukan pada SNMP trap and request facilities yang memungkinkan penyusup memperoleh akses ke dalam sistem yang menjalankan SNMP dan melakukan serangan Denial of Service (DoS) yang membuat sistem tidak berfungsi (down) atau tidak stabil.

SNMP v1 telah dipakai sejak awal tahun 1980-an. Terdapat berbagai usaha untuk memperbaiki standard SNMP yaitu dengan munculnya SNMP v2 dan SNMP v3 pada tahun 1998. Namun usaha ini tidak begitu berhasil. Sebagian besar jaringan saat ini masih menggunakan SNMP v1.

Masalah ini cukup merepotkan karena tidak hanya menyangkut satu jenis peralatan dari satu vendor melainkan menyangkut perangkat dari berbagai banyak vendor sehingga diperlukan patch/update dari berbagai vendor yang peralatannya menggunakan SNMP v1.

Untuk mengatasi kelemahan pada SNMP ini CERT Coordination Center, suatu pusat pengembangan dan riset keamanan Internet, merekomendasikan untuk sementara menutup jalan masuk (ingress filtering) trafik SNMP pada port 161/udp dan 162/udp. Jika hal ini tidak mungkin dilakukan, CERT menyarankan untuk membatasi trafik SNMP hanya pada Virtual Private Network (VPN) atau mengisolasi sistem manajemen jaringan dari jaringan publik. Penutupan port dilakukan sementara sambil menunggu dikeluarkannya pacth/update dari pihak vendor yang membuat perangkat yang menggunakan SNMP v1 tersebut.

 

² SLIP (Serial Line IP)

SLIP protokol adalah sangat sederhana untuk menerapkan dan pada suatu waktu adalah untuk keduanya. Hari ini hampir semua orang menggunakan PPP protokol sebagai gantinya. PPP protokol menambahkan sejumlah besar corak canggih yang berperan untuk ketenaran nya hari ini, dan mereka akan lihat tidak lebih dari penting untuk ini kemudian.

Linux mendukung pengarah kernel-based untuk kedua-duanya SLIP dan PPP. Pengarah mempunyai kedua-duanya di sekitar untuk sekali waktu dan kukuh stabil dan dapat dipercaya. Didalam bab ini dan yang berikutnya, kami akan mendiskusikan kedua-duanya protokol dan bagaimana cara mengaturnya.

Sebuah datalink protocol untuk dial-up access ke jaringan TCP/IP. Biasanya digunakan untuk mendapatkan akses internet. SLIP mengirimkan paket IP melalui serial link (dial up atau private line).ditinjau dari sudut tata cara komunikasi, protocol yang digunakan:

  • AX.25, adalah turunan dari protocol X.25  akan tetapi digunakan sebagai protocol penghubung dalam jaringan packet radio.
  • UUCP (Unix-to-Unix Copy Program), awalnya dikembangkan untuk mengirimkan file antarmesin Unix.
  • Selain itu sebetulnya masih ada keluarga protocol yang lain, seperti yang dikembangkan oleh OSI/ISO : X.25/X.75/X.400 yang juga mulai digunakan oleh beberapa institusi.

 

      ELEMEN PENTING PROTOKOL

Elemen-elemen penting dari protocol adalah syntax, semantics, dan timing.

  1. Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protocol sederhana akan memiliki urutan pda delapan bit pertama sebagai alamat pengirim, delapan bit kedua sebagai alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.
  2. Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.
  3. Timing mengacu pada dua karakteristik, yakni kapan data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh jika pengirim memproduksi data sebesar 100 Mbps namun penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka transmisi data akan menjadi overland pada sisi penerima dan akibatnya banyak data yang akan hilang atau musnah.

 

      REFERENSI MODEL DOD

Model DOD ini penting buat diketahui karena peranannya dalam dasar-dasar hubungan internet yang dipakai saat ini. TCP / IP merupakan jenis protocol pertama dari referensi model DOD yang digunakan dalam hubungan / koneksi antar computer di jaringan computer global (internet). Banyak istilah dan konsep yang dipakai dalam hubungan internet yang berasal dari istilah dan konsep yang dipakai oleh protocol TCP /IP.

Model DOD terdiri dari 4 lapisan yang dapat kita bandingkan dengan m,odel OSI. Ada kesamaan dan juga perbedaan dari masing- masing fungsinya.

 

Table hubungan referensi model DOD dengan protocol internet TCP/IP dan referensi model OSI

Model OSI

Model DOD

Protocol TCP/IP

No

Lapisan

Nama Protokol

Kegunaan

7

Aplication

Process/ Aplication

DHCP(Dinamic Host Configuration Protokol)

Protocol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP terbatas

DNS(Domain Name Server)

Database nama domain mesin dan IP Address

FTP (File Tranfer Protocol)

Protocol untuk transfer file

HTTP(Hyper Text Transfer Protocol)

Protocol untuk transfer file HTML dan Web

MIME(Multipurpose Internet Mail Extention)

Protocol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks

NNTP (Network News Transfer Protocol)

Protocol untuk menerima dan mengirim newsgroup

POP (Post Office Protocol)

Protocol untuk mengambil mail dari server

SMB (Server Message Block)

Protocol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows

6

Presentation

SMTP(Simple Mail Transfer Protocol)

Protocol untuk pertukaran mail

SNMP(Simple Network Management Protocol)

Protocol untuk manajemen jaringan

Telnet

Protocol untuk akses dari jarak jauh

TFTP (trival FTP)

Protocol untuk transfer file

5

Session

NETBIOS (Network Basic Input Output System)

BIOS jaringan standar

RPC (Remote Procedure Call)

Prosedur pemanggilan jarak jauh

SOCKET

Protocol untuk transfer file

4

Transport

Host to Host

TCP( Transmission Control Protocol)

Protocol pertukaran data berorientasi (Connection Oriented)

UDP (User Datagram Protocol)

Protocol pertukaran data non-orientasi (Connectionless)

3

Network

Internet

IP(Internet Protocol)

Protocol untuk menetapkan routing

RIP (Routing Information Protocol)

Protocol untuk memilih routing

ARP( Address Resolution Protocol)

Protocol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomor IP

RARP(Reverse ARP)

Protocol untuk mendapatkan informasi nomor IP dari hardware

2

Data Link

LLC

Network Access

PPP(Point to Point Protocol)

Protocol untuk akses point to point (biasanya dial-up)

MAC

SLIP (Serial Line Internet Protocol)

Protocol dengan menggunakan sambungan serial

1

Physical

Ethernet,FDDI,ISDN,ATM

 

 

      REFERENSI MODEL OSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Model ini disebut OSI (Open Sistem Interconnection) reference model, karena model ini ditujukan untuk pengkoneksian open system yang dikembangkan oleh international for standar disation (ISO) pada tahun 1984.

Open System dapat diartikan sebagai suatu system yang terbuka untuk berkomunikasi dengan system-sistem lainnya. Untuk ringkasnya kita menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.

OSI menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi pada sebuah computer berpindah melewati sebuah media jaringa ke suatu software aplikasi di computer lain.

Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan model komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena menggunakan protocol komunikASI. Dalam konteks jaringan (Komunikasi Data), sebuah protocol adalah aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protol mengimplementasikan salah satu atau lebih lapisan –lapisan OSI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.

Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).

OSI secara konseptual terbagi menjadi 7 lapisan dimana masing-masiing lapisan mamiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh DE international Standard Organitation (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protocol international yang digunakan pada berbagai layar.

            Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah

  1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
  2. Setiap layer harrus memiliki fungsi-funsi tertentu.
  3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol international.
  4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
  5. Jumlah layer harus cukup banyak sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer juga harus diusahakan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi njumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.

 

² Karakteristik Lapisan OSI

Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977. Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model).

Ketujuh lapisan model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.

Pemisahan lapisan atas dan lapisan bawah pada model OSI

Application

Application

Lapisan Atas

Presentation

Session

Transport

Data Transport

Lapisan Bawah

Network

Data Link

Physical

 

  • Lapisan atas  dari MODEL OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasikan hanya pada software. Lapisan tertinggi ( lapisan aplikasi ) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna ( user ) . user berinteraksi langsung dengan lapisan aplikasi ini.
  • Lapisan bawah  dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan Lapisan data link diimplementasikan kedalam hardware dan software.

 

Lapisan – lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah yaitu lapisan fisika adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik ( misalnya jaringan kabel )dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan. Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti :

  • ITU ( International Telecommunication Union ) : badan PBB yang berhubungan dengan masalah telekomunikasi. Salah satu komitenya ialah CCITT ( Comite Consultatif International de Telegraphique et Telephonique) yang sangat berpengaruh dalam menentukan bakuan yang berhubungan dengan telepon dan te;egrap.
  • ANSI ( American National Standard institute)
  • NCITS  ( National committee for information Technology Standarization )

 

² Lapisan – lapisan model OSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.

Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Model OSI

Keterangan

 

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

 

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

 

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

 

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

 

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

 

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

 

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

 

  1. 1.      Physical layer

 

 

 

 

 

 

 

 

Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengaktivkan dan mengatur physical interface untuk jaringan computer. Pada lapisan ini, hubungan antar interface- interface dari perangkat keras di atur seperti hubungan antara DTE dan DCE. Interface yang didefinisikan pada lapisan ini antara lain 10 BaseT,100 Base TX, V35, X.21 dan high speed serial Interface ( HSSI ).

            Physical layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi.

Masalah desain  harus di perhatikan di sini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirimkan data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit.

            Secara umum masalah – masalah desain yang ditemukan disini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface procedural, juga media fisik yang berada di bawah physical layer.

 

  1. 2.      Data Link Layer

Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Lapisan ini mengatur topologi jaringan, error notification dan flow control. Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi.

            Sebelum diteruskan ke network layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim  mecah – mecah data input menjadi sejumlah data frame. Kemudian berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima.

            Terjadinya noise pada saluran akan dapat merusak frame. Dalam hal ini perangkat lunak data link layer pada mesin sumber dapat mengirimkan kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi tranmisi frame yang sama secara berulang – berulang bisa menimbulkan duplikasi frame.frame duplikat perlu dikirim apabila acknowledgment frame dari penerima yang dikembalikan ke pengirim telah hilang.

            Mekanisme pengaturan lalu lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu. Seringkali pengaturan aliran dan  penanganan error ini dilakukan secara terintegrasi.

 

  1. 3.      Network Layer

 

 

 

 

 

 

 

 

Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3. Network layer berfungsi untuk mengendalikan operasi subnet dengan meneruskan paket – paket dari satu node ke node lain dalam jaringan. Masalah desain yang penting adalah bagaimana cara menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.

            Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlau banyak paket maka ada kemungkinan paket – paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck ( penyempitan dibagian ujung, seperti leher botol ). Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.

            Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit.cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan lainnya. Dapat berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Satu jaringan mungkin tidak dapat di terima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar.

 

  1. 4.      Transpor layer

Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi  bagian – bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien dan bertujuan dapat melindungi layer – layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat di hindari.

            Ada dua jenis hubungan pada lapisan transport ini yang penting untuk di ketahui :

  1. Connection Oriented

Hubungan ini disebut connection oriented karena di tunjang oleh Transmission Control Protocol ( TCP ) dengan menggunakan port 6. Hubungan ini reliable karena setiap session bergaransi ( paket yang terkirim dijamin asli dari sumber yang sebenarnya).

  1. Connectionless oriented

Di Hubungan connectionless – oriented yang di tunjang oleh user datagram protocol ( UDP ) dengan menggunakan port 17 merupakan bentuk hubungan yang tidak realible karena tidak bergaransi. Pengirim tidak mengirimkan kembali tanda terima, dan paket – paket tidak di urutkan kembali seperti asalnya.

Paket yang terkirim di jamin akan di teruskan sampai ke tempat tujuan , meskipun terjadi kemacetan karena jalur yang digunakan tergantung dari paket per paket dan jika terjadi kemacetan di satu  jalur, paket dapat di salurkan melalui jalur yang lain.

  1. 1.      Session layer

Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Session layer mengizinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Layer ini membuka, mengatur dan menutup suatu session antara aplikasi – aplikasi. Protocol yang berfungsi pada lapis session ini antara lain adalah NFS,NETBEUL,RPC,SQL,X WINDOWS SYSTEM.

 

  1. 2.      Presentation Layer

Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).Presentation layer melakukan fungsi – fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tersebut. Selain memberikan sarana – sarana pelayanan untuk konversi, format dan enskripsi data,presentation layer juga berkerja dengan file berformat ASCII, EBDIC,JPEG , MPEG, TIFF, PICT, MIDI, dan quick time.

Untuk memungkinkan dua buah computer yang memiliki presentation yang berbeda agar dapat berkomunikasi, strukutur data berkomunikasi, strukutur data yang akan di pertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak sesuai dengan encoding standard yang akan di gunakan pada saluran. Presentation layer mengatur data struktur abstrak ini mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah computer menjadi “ representation standard’’ jaringan dan sebaliknya.

 

  1. 3.      Application layer

Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.

Lapisan ini bertugas memberikan sarana pelayanan langsung ke user, yang berupa aplikasi – aplikasi dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Jika kita mencari suatu file dari file server untuk digunakan sebagai aplikasi pengolah kata, maka proses ini bekerja melalui layer ini. Demikian pula jika kita mengirimkan e-mail, browse ke internet , chatting membuka telnet session atau menjalankan FTP, maka semua proses tersebut di laksanakan di layer ini.

  Fungsi lainnya adalah pemindahan file. System file yang satu dengan lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris – baris teks yang berbeda dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah system ke system lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan pekerjaan application layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry , direktrori lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

      CARA KERJA OSI LAYER

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI. Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: